TEKNIK MELUKIS DENGAN MENGGUNAKAN CAT MINYAK

Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu. Medium lukisan bisa berbentuk apa saja, seperti kanvas, kertas, papan, dan bahkan film di dalam fotografi bisa dianggap sebagai media lukisan. Melukis dengan cat minyak merupakan teknik basah dengan cara mengencerkan cat minyak terlebih dahulu dengan menggunakan cat minyak. Dalam teknik ini biasanya digunakan kuas yang panjang bulunya. Teknik basah ini biasanya digunakan untuk melukis secara rata atau tanpa kesan volume.

Cat minyak sering digunakan untuk membuat lukisan pemandangan, lukisan still life, dan lukisan potret. Cat ini biasa digunakan pada media kanvas sintetis dan kanvas alami. Selain itu, cat ini sering digunakan untuk membuat komposisi karya yang memakan waktu lama untuk diselesaikan. Mengapa cat minyak lebih dipilih pada saat melukis? Memang benar bahwa cat minyak merupakan cat yang paling sering digunakan dalam menciptakan sebuah lukisan. Jika dilihat dari kelebihannya yang paling menonjol, lukisan cat minyak lebih tahan dibanding lukisan dibanding lukisan yang dibuat dengan cat lain.

Berikut adalah tutorial melukis dengan menggunakan cat air di wadah palet atau botol

1.            Isilah dua gelas air. Saat melukis dengan cat air kamu akan membutuhkan banyak air bersih. Letakkan setidaknya 2 gelas air di samping mu agar kamu tidak perlu terus-menerus beranjak dan mengambil yang baru. Gunakan satu gelas air untuk mencuci kuas setelah selesai menggunakan warna tertentu, dan gelas kedua untuk mencelupkan dan membasahi kuas bersih sebelum digunakan melukis. Jika air di salah satu gelas sudah keruh kecokelatan atau kehitaman, buanglah dan ambil segelas air bersih yang baru.

2.            Remas dan teteskan cat air dari botol ke atas palet. Kalau kamu menggunakan cat air dalam wadah,kamu tidak perlu melakukan langkah ini, tetapi mungkin kamu masih perlu menggunakan palet untuk mencampur warna. Pisahkan cat sesuai warna dan gunakan sisa palet untuk membuat campuran warna sekunder atau tersier. Kamu bisa membuat lebih banyak warna dari yang sudah ada dengan mencampurkannya. Kamu bisa menggunakan palet kayu atau plastik yang bisa dicuci setelah digunakan, atau palet kertas berbentuk buku yang bisa langsung dibuang. Tiga warna primer adalah merah, biru, dan kuning yang tidak bisa dibuat dengan mencampurkan warna-warna lain. Namun kamu bisa mencampurkan warna-warna primer ini untuk membuat warna sekunder.Warna sekunder antara lain jingga, ungu, dan hijau. Warna sekunder bisa dicampur lagi untuk membuat enam warna tersier.

3.            Basahi kuas dalam air bersih. Mungkin biasanya kamu langsung mencelupkan kuas ke dalam cat, tetapi cat air harus ditambahkan air terlebih dulu. Pastikan kuasnya basah dan pisahkan satu gelas air bersih hanya untuk membasahi kuas yang belum dicelupkan ke cat.

Warna-warna yang lembut hanya perlu ditambahkan sedikit air, sementara cat dengan pigmen warna yang pekat bisa ditambahkan banyak air dan tidak akan kehilangan tingkat kepekatannya. Untuk mendapatkan ujung lancip dari bulu kuas yang membulat, peganglah kuas dan kibaskan selagi masih basah. Kamu harus melakukannya di atas tisu agar cat dan air tidak terciprat ke mana-mana.

4.            Celupkan kuas ke dalam cat dan buatlah genangan di atas palet. Kalau kamu menggunakan cat botolan, celupkan kuas basah ke dalam warna yang ingin digunakan. Setelah itu, pindahkan cat pada kuas ke atas palet dengan gerakan memutar. Tambahkan lebih banyak air sampai kamu membuat genangan cat yang bisa membasahi kuas. Kalau kamu menggunakan cat pada wadah, genangan air akan terbentuk di atas warna yang hendak digunakan. Terus tambahkan air pada kuas hingga terbentuk genangan cat.

Ketika kamu mencampurkan dua warna, lakukan di tempat terpisah untuk warna baru tersebut.

5.            Sapukan kuas dan lihatlah hasilnya. Sapukan dari satu sisi ke sisi lain dalam bentuk garis tebal. Miringkan kertas gambar kamu agar cat air turun dan tidak menggenang pada permukaan kertas. Warna cat air di kertas akan lebih encer daripada warna yang masih di botol, tetapi masih tetap senada. Jika kamu ingin mendapatkan hasil yang lebih pekat, pulaskan lebih banyak cat pada area yang sama. Kamu bisa mengecat gambar dari sketsa pensil atau langsung melukis tanpa sketsa terlebih dulu.

Cat air tidak serumit seperti cat minyak atau akrilik, tetapi itulah yang membuatnya unik.

Sebelum melukis sebuah benda, kamu harus mengenali karakteristik dan efek yang dihasilkan oleh cat air terlebih dahulu.

(sumber : wikihow)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *