BERBAGAI MACAM TEKNIK LUKIS

Melukis adalah suatu kegiatan yang bisa menuangkan perasaan dari dalam hati, jiwa, otak dan fikiran. Terlebih para pecinta seni, tetapi jika bukan pecinta seni pun tetap bisa melukis. Tetapi melukis yang baik dan benar tidak hanya sekedar melukis corat  – coret di atas kanvas loh teman, mau tahu macam-macam teknik melukis? Yuk simak

Melukis dengan teknik Plakat

Indah bukan? Seperti terlihat sangat artistik Daftar Poker Online ,bercahaya namun sempurna. Ini adalah teknik Plakat, yang pengertiannya adalah teknik melukis yang menggunakan cat air, cat akrilik, atau cat minyak dengan sapuan warna cat yang tebal atau kental, sehingga hasil lukisan akan tampak pekat atau menutup seluruh medianya dengan terlihat begitu nyata.

Teknik seni lukis ini lebih sering di lakukan oleh pelukis professional untuk menghasilkan lukisan yang sempurna dan mempunyai nilai jual yang tinggi.

Unsur-unsur melukis dengan teknik plakat

Garis

Ruang

Warna

Bidang

Nada gelap dan terang

Bentuk

dan Tekstur

Melukis dengan Teknik Aquarel

Teknik melukis dengan menggunakan cat air (aquarel) dan sapuan warna yang tipis, sehingga lukisan yang dihasilkan terkesan tembus pandang atau transparan. Contohnya seperti warna yg terdapat di situs resmi login Joker123 http://139.99.92.188/ yg dimana warna pada gambar slot game joker123 nampak seperti transparan. Pada teknik ini digunakan cat yang cenderung encer agar dihasilkan sapuan yang tipis dan ringan.

Tips : Pilih cat air yang berkualitas. Kertas yang paling sesuai adalah kertas aquarel khusus. Pilih kuas yang sesuai. Pilih media gambar atau lukis yang tepat, karena untuk bisa memperoleh hasil gambar yang maksimal, penggunaan kanvas harus benar-benar yang bagus terlebih lagi kita akan menggunakan cat air yang mudah sekali luntur. Tapi untuk tahap belajar kita juga bisa menggunakan kertas gambar biasa yang agak tebal.

Macam-macam teknik Aquarel

Wet On Dry (Teknik mengaplikasikan sapuan basah cat air pada permukaan kertas yang kering.)

Wet On Wet (Teknik mengaplikasikan sapuan cat air basah di atas permukaan kertas cat air yang dibasahi terlebih dahulu pada area tertentu.)

Melukis dengan Teknik Tempera

Teknik ini merupakan teknik melukis dengan cara mencampurkan kuning telur ke dalam cat sebagai bahan perekat. Lukisan ini sebagian menggunakan kayu sebagai kanvasnya dan ada juga yang langsung melukiskan ke tembok.

Teknik tempera sempat menunjukkan masa jayanya di eropa antara tahun 1200 hingga 1500an. Dilansir dari lukisanku.id  teknik seni ini dikenali dari dunia klasik, di mana teknik ini telah menggantikan teknik lukisan encaustik dan merupakan medium utama yang digunakan untuk lukisan panel dan manuskrip bergambar dalam dunia Byzantine dan zaman pertengahan dan awal kebangkitan Eropa. Lukisan tempera merupakan medium lukisan panel utama bagi hampir setiap pelukis semasa zaman kebangkitan Eropa.

Teknik tempera sempat menunjukkan masa jayanya di eropa antara tahun 1200 hingga 1500an. Duccio dan Simone Martini adalah diantara seniman Italia yang terkenal dengan menggunakan teknik ini. Duccio dan Simone Martini adalah diantara seniman Italia yang terkenal dengan menggunakan teknik ini. Cat tempera mengering dengan cepat. Hal ini biasanya diterapkan dalam lapisan tipis atau, semi-opak transparan.

Tempera memungkinkan untuk presisi besar bila digunakan dengan teknik tradisional yang memerlukan penerapan berbagai sapuan kuas kecil yang diterapkan dalam teknik cross-penetasan. Setelah kering, menghasilkan tahap akhir yang halus. Karena tidak dapat diterapkan dalam lapisan setebal cat minyak, lukisan tempera jarang memiliki saturasi warna yang mendalam berbeda dengan lukisan minyak. Dalam hal ini warna lukisan tempera yang tak dipolitur menyerupai pastel, meskipun warna memperdalam jika pernis yang diterapkan. Di sisi lain, warna tempera tidak berubah dari waktu ke waktu, sedangkan cat minyak gelap, kuning, menjadi transparan dengan usia lukisan.

Melukis dengan Teknik Cat Spray

Teknik ini adalah teknik melukis dengan cara menyemprotkan cat ke media lukis. Tujuan menggunakan teknik ini yakni untuk menghasilkan lukisan yang lebih halus dan tampak lebih visual dan nyata. Biasanya, teknik spray ini sering digunakan untuk melukis grafitti di dinding-dinding jalan atau sebuah tempat.

TEKNIK DASAR MELUKIS AGAR LUKISAN MU MEMUKAU!

Siapa sih yang tidak tahu apa itu seni lukis? Entah seseorang pecinta seni atau pun bukan, sepertinya seni lukis bukan suatu hal yang asing, bahkan seni lukis adalah seni yang paling populer hingga sekarang. Leonardo da Vinci, Pablo Picassa,Vincent Van Gogh,Salvador Dali,Raffaello Sanzio dan Willem de Kooning adalah beberapa tokoh dari sekian banyak tokoh terkemuka dalam dunia seni lukis. Banyak pelukis-pelukis terkemuka di dunia yang berhasil mencetak lukisan paling populer sepanjang sejarah, yaitu The Starry Night – Vincent van Gogh.

Lalu ada lukisan Monalisa yang mendunia karya Leonardo Da Vinci

Dalam seni  lukis, tentu tidak sembarangan, ada hal-hal yang perlu di perhatikan untuk melukis, mulai dari teknik dan estetika. Tetapi bukan berarti melukis situs khusus slot online terpercaya 2021 itu susah, hanya saja akan lebih baik menutur pada teknik-teknik melukis. Teknik melukis sebenarnya terdiri dari beberapa, tidak hanya satu atau dua teknik.

Semua orang bisa menjadi pelukis handal, hanya saja harus pintar mengulik bagaimana teknik melukis yang baik dan benar. Dikutip dari serupa.id ,artikel ini akan mengulas perihal teknis dasar melukis yang benar :

  1. Lining

Lining adalah atau sederhana nya adalah membuat garis panjang melalui cat dengan menggunakan kuas liner atau round yang panjang. Lining dapat menjadi hambatan pertama dalam melukis, bahkan ketika seseorang telah mahir menggambar. Membuat garis panjang pada lukisan tidak semudah yang kita bayangkan, terutama jika kita tidak tahu alat lukis apa yang seharusnya digunakan. Namun garis pada lukisan biasanya hanya untuk keperluan sketsa awal saja, Karen proses melukis itu tidak seperti menggambar dengan pensil yang melibatkan banyak garis. Namun garis biasanya tetap dibutuhkan untuk mencapai detail kecil tertentu.

  • Filling

Teknik Filling secara istilah ialah “Mengukir / Mengisi” cat pada suatu bidang dengan bantuan kuas. Jika ketika menggambar, kita melakukan suatu istilah berupa ‘Arsiran’, namun tidak dalam melukis. Dalam langkah ini, seniman mengisi objek (memoles) lukisan dengan cat yang disapukan oleh kuas.

Hasil teknik ini ditentukan oleh jenis kuas yang digunakan, antara kuas basah atau kering.

Selain itu, teknik dalam penyapuan kuas juga harus diperhatikan, karena besar-kecilnya tekanan yang diterima kertas / canvas, serta ketebalan cat pada kuas juga sangat berpengaruh.

Sapukan kuas dengan cara menyikat perlahan, bukan digosok seperti penggunaan pensil / pulpen.

  • Kuas Basah

Kuas basah menggunakan cat yang dicampur oleh pengencer untuk memaksimalkan fleksibilitas sapuan kuas. Kuas basah dapat dengan cepat menutupi banyak bagian permukaan kanvas. Manajemen sedikit dan banyaknya cat yang “diambil” (diserap) oleh kuas menjadi salah satu bagian penting yang harus diperhatikan juga.

  • Kuas Kering

Kuas kering adalah kebalikan dari kuas basah, yaitu kuas dioleskan pada cat yang tidak menggunakan pengencer sama sekali. Kuas kering biasanya digunakan untuk detail dan finishing. Biasanya Kuas Kering mengcover lapisan teratas lukisan setelah impresi gambar yang masih buram telah terbentuk sebelumnya oleh kuas basah. Cat yang dioleskan ke kuas kering biasanya relatif sedikit, lagi-lagi jumlah cat yang dibawa oleh kuas harus menjadi perhatian. Coba oleskan kuas pada cat, lalu lap atau coretkan terlebih dahulu kuas pada palet, untuk menyingkirkan cat yang terlalu menggumpal.

  • Cross-hatching

Cross-hatching adalah teknik melukis dengan menyapukan kuas dengan melakukan gerakan yang membentuk X, lebih mirip karakter “&” tepatnya. Bukan mengejar bentuknya yang utama, tapi gerakan bebasnya yang seperti X (cross). Ide dasarnya adalah cross-hatching dapat dengan cepat membentuk impresi subjek yang kita lukiskan. Beberapa Seniman besar seperti Basuki Abdullah dapat melukis awan yang hampir realistis dengan menggunakan teknik ini saja, bukan hanya impresi. Cross-hatching adalah teknik yang digunakan menggunakan kuas basah dan harus dilatih untuk benar-benar merasakan manfaatnya.

  • Blending

Blending berarti mencampurkan dua atau lebih warna langsung diatas kanvas menggunakan kuas untuk mencapai efek gradasi, biasanya untuk keperluan shading dan highlight. Blending lebih mudah dilakukan dengan menggunakan kuas basah. Blending juga dapat dilakukan menggunakan kuas kering.

  • Smudging

Smudging adalah salah satu manajemen tepian yang dilakukan dengan menggunakan jari tangan untuk menarik dan menghapus sebagian cat yang masih basah pada tepiannya agar tercipta efek fading pada cat tersebut. Smudging adalah opsi lain untuk menciptakan efek gradasi dengan hanya satu warna diatas warna lain yang telah kering.

  • Masking/Stensil

Masking adalah teknik melukis dengan menempelkan masking tape (selotip) pada bagian yang diinginkan, agar cat tidak menyetuh dan mengisi bagian tersebut. Masking dapat digunakan untuk memperoleh tepian yang tajam, boleh dibilang teknik ini adalah kebalikan dari teknik smudging. Agar masking tidak menghasilkan bleeding (cat yang tidak sengaja tetap menembus ke tepian yang ditutupi oleh selotip) biasanya cat diaplikasikan menggunakan kuas mop atau kuas stensil yang berbentuk seperti kuas blush-on. Kuas tersebut digunakan dengan cara mencocolkan cat ke tepian selotip dengan hati-hati. Teknik stensil menggunakan prinsip yang sama dengan masking, hanya saja “cetakan” stensil lebih mendetail seperti membuat cetakan teks, dll.

  • Manajemen Tepian (Hard & Soft Edge)

Meninggalkan sebagian tepian objek agar lembut atau tajam adalah salah satu teknik penting yang diperhatikan untuk menciptakan lukisan yang baik. Biasanya bagian objek judi slot online yang gelap dan berbayang (shading) perlu tepian yang halus. Sementara bagian highlight perlu tepian yang tajam. Bagian fotografi yang fokus harus menggunakan tepian tajam dan bagian blurnya dibuat halus. Kombinasi tepian yang halus dan tajam akan membuat karya semakin realistis dan dinamis.

Kesalahan tepian yang tajam diseluruh bagian objek adalah salah satu kesalahan pelukis pemula yang sering terjadi. Sebaliknya tepian yang terlalu halus diseluruh permukaan objek adalah kesalahan yang biasa terjadi pada penggunaan media digital. Hal tersebut karena brush digital default pada aplikasi biasanya menyerupai air brush,  serta “smudge tools” pada photoshop dipakai terlalu banyak.

  1. Glazing

Glazing adalah teknik melukis dengan mewarnai lukisan dengan menggunakan cat yang transparan dan tipis. Glazing akan menyatukan seluruh warna yang dilapisi dibawahnya. Glazing biasanya digunakan untuk kebutuhan kerangka teknik melukis underpainting, glazing juga dapat dilakukan untuk menyatukan lukisan yang terlalu kontras. Meskipun begitu glazing akan menurunkan tone terang pada bagian highlight, sehingga bagian tersebut perlu diberikan cat tambahan.

  1. Scumbling/Scumble

Scumbling adalah menggunakan kuas kering yang dibubuhkan sedikit cat tanpa pengencer, lalu di lap dan menggunakan kuas tersebut untuk menutupi sebagian tekstur kanvas (bagian yang menonjol). Scumbling dilakukan dengan sikatan melayang, sehingga hanya sebagian permukaan tekstur kanvas yang terisi oleh cat. Scumbling dapat digunakan dalam beberapa tingkat ketebalan atau “transparansi” jika Seniman telah terlatih menggunakan teknik ini. Scumbling juga biasa digunakan pada cat yang setengah kering dibawahnya, sehingga membuat efek transparan melalui pencampuran sedikit cat yang ditumpuknya. Scumbling juga sebetulnya dapat dilakukan pada permukaan kuas yang halus, namun lebih sulit untuk memastikan teknik ini berhasil dengan baik.

  1. Impasto

Impasto adalah teknik kebalikan dari glazing, menggunakan cat pekat yang diaplikasikan dengan banyak, sehingga cat menjadi timbul (3d) atau marka kuasnya kontras. Pada zamannya, Impasto biasanya digunakan setelah underpainting selesai. Impasto juga digunakan oleh beberapa Old Master seperti Rembrandt. Rembrandt adalah salah satu pelukis yang mampu mengaplikasikan impasto dengan efektif.

  1. Sgraffito

Sgraffito adalah menutupi permukaan warna terang oleh cat yang lebih gelap, lalu mengoreknya kembali menggunakan pisau lukis atau bagian belakang kuas untuk mengekspose kembali bagian terang yang tertutupi. Biasanya teknik ini digunakan untuk membuat detail highlight rambut yang sulit dicapai menggunakan kuas.

  1. Dabbing

Dabbing adalah mencocolkan cat sedikit demi sedikit dengan menggunakan kuas. Biasanya dabbing berarti melukis menggunakan marka kuas, bukan menggunakan kuas untuk membuat fill atau garis bahkan gradasi. Marka kuas disusun sedemikian rupa untuk membentuk gambar subjek yang dilukis. Gradasi untuk keperluan shading dan highlight pada teknik Dabbing dibuat menggunakan warna yang berbeda antara marka kuas yang satu dengan yang lain. Karena kedua marka yang berbeda warna tersebut saling berdekatan dan dalam kuantitas yang banyak, maka bila dilihat sekilas kumpulan marka kuas tersebut seolah menjadi warna lain. Misalnya marka warna kuas adalah kuning dan merah yang saling berderetan, maka area tersebut tampak menjadi warna oranye.

  1. Washing

Washing umumnya digunakan menggunakan media cat berbahan dasar air diatas kertas. Pengencer jauh lebih banyak dibandingkan dengan catnya sehingga tampak transparan. Pada watercolor terkadang teknik ini meninggalkan tepian yang lebih pekat warnanya. Menggunakan teknik ini pada cat akrilik akan beresiko mengurangi daya rekatnya. Sebagian seniman tetap menggunakan teknik ini dengan cat akrilik, biasanya setelah Wash diaplikasikan mereka menutupinya dengan coating protektif untuk menghindari terkikisnya lapisan wash.

  1. Splatter

Splatter adalah mencipratkan cat pada permukaan kanvas. Teknik ini biasanya lebih mudah dicapai dengan menggunakan sikat gigi bekas. Splatter biasanya digunakan pada lukisan abstrak.

  1. Dripping

Dripping secara harfiah berarti meneteskan cat ke permukaan media lukis. Efek yang dihasilkan bergantung pada tingkat ketinggian penetesan cat. Dripping juga dapat digunakan dengan meneteskan cat langsung dibagian atas kanvas untuk menciptakan efek yang menyerupai air mata. Tingkat kekentalan cat mempengaruhi karakteristik tetesan yang dihasilkan.