MELUKIS MENGGUNAKAN CAT AIR? ITU MUDAH!

Cat air atau populer juga dengan sebutan aquarel adalah medium lukisan yang menggunakan pigmen dengan pelarut air dengan sifat transparan. Meskipun medium permukaannya bisa bervariasi, biasanya yang digunakan adalah kertas. Selain itu bisa pula papyrus, kulit, kain, kayu, atau kanvas. Melukis menggunakan cat air memang sedikit berbeda dengan cat lainnya, karena tekstur yang lebih cair (tentunya) di bandingkan cat cat lain.

Teknik Penggunaan

(Sumber : wikipedia)

Cat air digunakan dengan kuas lancip dan bentuk kuas lainya yang berbulu lembut dan menggunakan air yang berlebih, tetapi bisa pula dicampurkan dengan material lain. Biasanya cat akrilik. Cat air dengan campuran air berlebih menghasilkan warna yang terang dan segar. Warna ini dihasilkan oleh cahaya yang mampu menembus lapisan cat yang transparan.

Warna putih biasanya dihasilkan dari bagian-bagian yang tidak diberi lapisan cat. Sangat jarang lukisan yang sengaja memberikan lapisan putih dari cat air.

Menggunakan cat warna butuh kesabaran yang tinggi. Teknik yang umum digunakan biasanya dihasilkan dari lapisan-lapisan yang saling ditimpakan setelah lapisan sebelumnya telah kering untuk menghasilkan gradasi warna yang diinginkan. Namun teknik lain wet-on-wet yang menimpakan warna di atas lapisan yang masih basah juga membutuhkan ketelitian tinggi untuk mendapatkan hasil maksimal. Risiko buruknya adalah kertas menjadi melengkung atau robek jika terlalu banyak menggunakan air dan terlalu banyak gesekan kuas dengan permukaan kertas. Jika kertas melengkung atau bergelombang kertas dapat disetrika supaya kertas rata seperti semula.

Berikut adalah alat alat yang perlu di miliki untuk melukis dengan menggunakan cat air

  • Cat Air

Tentu saja kamu membutuhkan cat air sebagai bahan utama kamu untuk melukis, ada baiknya kamu memilih cat yang bersifat transparan  dan juga pilih warna yang kuat agar begitu di tuangkan pada lukisan, akan menjadi bagus.

  • Kuas

Terutama yang berbahan material natural hair. Ini dikarenakan, bahan dasar ini bisa lebih lama menyimpan air dan juga lebih fleksibel.

  • Kertas

Gunakanlah kertas khusus medium cat airkarena ia memiliki ketebalan yang pas untuk menahan air dan memiliki daya serap yang bagus. Perlu kamu ketahui juga ya untuk kertas khusus cat  air biasanya ada tanda “water colour” atau “aquarel”.

  • Palet

Palet yang di gunakan haruslah palet yang memiliki lengkungan atau cekungan , tidak boleh datar karena nanti warna cat nya akan tercampur dan akan berantakan. Juga gunakan lah palet yang tidak terlalu kecil ya!

Berikut adalah tips melukis menggunakan cat air adalah menurut Teddy Wirakusumah / planetsenirupa.wordpress.com

  • Pastikan kanvas jauh dari cairan asam
  • Gunakan kanvas yang tidak terkena jamur (bercak Jamur)
  • Gunakan kanvas dengan permukaan halus, tapi tidak terlalu halus (seperti kanvas yang sudah dihaluskan oleh pengolahan lem dan tambahan cat) karena berpengaruh kepada lajunya air di kuas saat ditorehkan.
  • Bentangkan kanvas dan lapisi dengan gesso khusus cat air
  • Takaran untuk Gesso dengan menggunakan roll adalah 1:5 dan dengan menggunakan Kuas adalah 1:3. Yaitu 1 sendok air berbading 3 atau 5 sendok Ground.
  • Dalam proses meng-gesso gunakan lebih dari sekali tapi tidak usah lebih dari 4 kali
  • Gunakan kanvas untuk melukis sehari setelah di gesso.
  • Kuas: Walaupun kanvas sudah bersifat seperti kertas karena telah melewati proses gesso, tapi secara karakter dia adalah anak dari ibunya. Jadi gunakan kuas untuk akrilik yang halus tidak kuas untuk cat minyak yang kasar. Kuas Mopit dan kuas bulu tupai tidak disarankan untuk kanvas karena terlalu halus.
  • Tidak disarankan menggunakan tissue jika ada kesalahan dalam warna, gunakanlah kain ball warna putih dengan ditambah air untuk menarik warna yang salah
  • Kanvas berbeda dengan Kertas, Secara kekuatan kertas sudah dibuktikan dengan usia lukisan Albert Durer yang berusia 500 tahun. Karena beberapa hal yaitu: A. Kertas yang non Acid atau dengan keasaman nol memiliki kekuatan untuk tidak terkena jamur dan tahan cuaca. Dan warna pada cat bisa mengikat ke pori-pori kertas yang membuat lukisan semakin awet secara warna. B. Kanvas memiliki permukaan yang tidak bisa ditembus oleh cat air jadi warna hanya berada di permukaan saja, tapi bukan berarti lukisan cat air pada kanvas menjadi tidak kuat atau tidak tahan lama. Dengan fixative atau pelapis kekuatan pada karya yang sudah rampung adalah solusinya.
0 Comments

Leave A Comment