ALIRAN SENI LUKIS

Siapa yang belum pernah melukis? Memang melukis adalah bukan suatu hal yang sangat mudah, akan tetapi setiap orang mempunya gaya nya sendiri, hingga apapun hasil karya nya akan dianggap sebagay seni lukis dan dijadikan gaya lukisan yang “khas” . Menurut teori, melukis adalah kegiatan mengolah media dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu. Media lukisan bisa berbentuk apa saja, seperti kanvas, kertas, dan papan. Alat yang digunakan juga bisa bermacam-macam. Seni lukis adalah cabang seni rupa yang diwujudkan melalui karya dua dimensi bermediakan kanvas atau permukaan datar lain yang di isi oleh unsur-unsur pokok garis dan warna melalui cat atau pewarna dan pembubuh gambar lainnya.

Lukisan dapat berisi representasi alam seperti potret wajah, hewan, pemandangan. Bisa juga memuat gambar abstrak yang merupakan penyederhanaan bentuk alam. Atau berisi ungkapan ekspresif dari seniman berupa komposisi bentuk nonrepresentatif (tidak menyerupai apapun). Seni lukis  juga adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar.

Seni lukis zaman klasik kebanyakan dimaksudkan untuk tujuan:

  • Mistisme (sebagai akibat belum berkembangnya agama)
  • Propaganda (sebagai contoh grafiti di reruntuhan kota Pompeii),

Di zaman ini lukisan dimaksudkan untuk meniru semirip mungkin bentuk-bentuk yang ada di alam. Hal ini sebagai akibat berkembangnya ilmu pengetahuan dan dimulainya kesadaran bahwa seni lukis mampu berkomunikasi lebih baik daripada kata-kata dalam banyak hal.

aliran seni lukis

1.Surrealisme

Lukisan aliran surrealisme ini kebanyakan menyerupai bentuk-bentuk yang sering ditemui di dalam mimpi dan sebenarnya bentuk dari gudang pikiran bawah sadar manusia. Pelukis berusaha untuk membebaskan pikirannya dari bentuk pikiran logis kemudian menuangkan setiap bagian dari objek untuk menghasilkan sensasi tertentu, yang bisa dirasakan manusia tanpa harus mengerti bentuk aslinya. Salah satu tokoh yang populer dalam aliran ini adalah Salvador Dali.

2.Ekspresionisme

Aliran seni lukis yang memberikan kebebasan bentuk dan warna untuk melahirkan emosi ataupun menyatakan sensasi dari dalam .

3.Kubisme

Adalah aliran yang cenderung melakukan usaha abstraksi terhadap objek ke dalam bentuk-bentuk geometri atau bentuk balok-balok untuk mendapatkan sensasi tertentu. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Pablo Picasso.

4.Romantisme

Merupakan aliran tertua di dalam sejarah seni lukis modern Indonesia. Lukisan dengan aliran ini berusaha membangkitkan kenangan romantis dan keindahan di setiap objeknya. Pemandangan alam adalah objek yang sering diambil sebagai latar belakang lukisan.

5.Plural painting

Adalah sebuah proses beraktivitas seni melalui semacam meditasi atau pengembaraan intuisi untuk menangkap dan menterjemahkan gerak hidup dari naluri kehidupan ke dalam bahasa visual. Bahasa visual yang digunakan berpijak pada konsep Plural painting. Artinya, untuk menampilkan idiom-idiom agar relatif bisa mencapai ketepatan dengan apa yang telah tertangkap oleh intuisi mempergunakan idiom-idiom yang bersifat: multi-etnis, multi-teknik, atau multi-style. Plural painting

6.Realisme

Realisme adalah aliran seni yang mengangkat peristiwa keseharian yang dialami oleh orang kebanyakan.

7.Pointilisme

Pointilisme merupakan aliran seni lukis yang menggambarkan sebuah objek menggunakan titik-titik. Objek yang dilukis akan terlihat jelas dari kejauhan, dan agak buram jika dinikmati dari dekat karena banyak nya titik titik yang terlihat.

8.Fauvisme

Aliran Fauvisme adalah aliran seni lukis yang memberikan kebebasan berekspresi, sehingga banyak objek lukisan yang dibuat kontras dengan aslinya.S eni lukisannya ialah warna-warna yang liar dan kontras. Penggunaan garis dalam fauvisme disederhanakan sehingga pemirsa lukisan bisa mendeteksi keberadaan garis yang jelas dan kuat.

Ketahui hal ini agar kamu bisa melukis dengan hebat

Dalam seni melukis, tentu tidak sembarangan. Ada hal-hal yang perlu di perhatikan untuk melukis, mulai dari teknik dan estetika. Tetapi bukan berarti melukis itu susah, hanya saja akan lebih baik menutur pada teknik-teknik melukis. Teknik melukis sebenarnya terdiri dari beberapa, tidak hanya satu atau dua teknik. Tetapi jangan khawatir ya, setiap orang pasti bisa melukis dengan seiring hati dan sesuai dengan karakter masing – masing, yang perlu di ingat, harus tahu cara melukis yang baik, termasuk mempelajari teknik melukis. Diantaranya ;

cara melukis yang baik

1.            Lining

Lining adalah atau sederhana nya adalah membuat garis panjang melalui cat dengan menggunakan kuas liner atau round yang panjang. Lining dapat menjadi hambatan pertama dalam melukis, bahkan ketika seseorang telah mahir menggambar. Membuat garis panjang pada lukisan tidak semudah yang kita bayangkan, terutama jika kita tidak tahu alat lukis apa yang seharusnya digunakan. Namun garis pada lukisan biasanya hanya untuk keperluan sketsa awal saja, Karen proses melukis itu tidak seperti menggambar dengan pensil yang melibatkan banyak garis. Namun garis biasanya tetap dibutuhkan untuk mencapai detail kecil tertentu.

2.            Filling

Teknik Filling secara istilah ialah “Mengukir / Mengisi” cat pada suatu bidang dengan bantuan kuas. Jika ketika menggambar, kita melakukan suatu istilah berupa ‘Arsiran’, namun tidak dalam melukis. Dalam langkah ini, seniman mengisi objek (memoles) lukisan dengan cat yang disapukan oleh kuas.

Hasil teknik ini ditentukan oleh jenis kuas yang digunakan, antara kuas basah atau kering.

Selain itu, teknik dalam penyapuan kuas juga harus diperhatikan, karena besar-kecilnya tekanan yang diterima kertas / canvas, serta ketebalan cat pada kuas juga sangat berpengaruh.

Sapukan kuas dengan cara menyikat perlahan, bukan digosok seperti penggunaan pensil / pulpen.

3.            Kuas Basah

Kuas basah menggunakan cat yang dicampur oleh pengencer untuk memaksimalkan fleksibilitas sapuan kuas. Kuas basah dapat dengan cepat menutupi banyak bagian permukaan kanvas. Manajemen sedikit dan banyaknya cat yang “diambil” (diserap) oleh kuas menjadi salah satu bagian penting yang harus diperhatikan juga.

4.            Kuas Kering

Kuas kering adalah kebalikan dari kuas basah, yaitu kuas dioleskan pada cat yang tidak menggunakan pengencer sama sekali. Kuas kering biasanya digunakan untuk detail dan finishing. Biasanya Kuas Kering mengcover lapisan teratas lukisan setelah impresi gambar yang masih buram telah terbentuk sebelumnya oleh kuas basah. Cat yang dioleskan ke kuas kering biasanya relatif sedikit, lagi-lagi jumlah cat yang dibawa oleh kuas harus menjadi perhatian. Coba oleskan kuas pada cat, lalu lap atau coretkan terlebih dahulu kuas pada palet, untuk menyingkirkan cat yang terlalu menggumpal.

5.            Cross-hatching

Cross-hatching adalah teknik melukis dengan menyapukan kuas dengan melakukan gerakan yang membentuk X, lebih mirip karakter “&” tepatnya. Bukan mengejar bentuknya yang utama, tapi gerakan bebasnya yang seperti X (cross). Ide dasarnya adalah cross-hatching dapat dengan cepat membentuk impresi subjek yang kita lukiskan. Beberapa Seniman besar seperti Basuki Abdullah dapat melukis awan yang hampir realistis dengan menggunakan teknik ini saja, bukan hanya impresi. Cross-hatching adalah teknik yang digunakan menggunakan kuas basah dan harus dilatih untuk benar-benar merasakan manfaatnya.

6.            Blending

Blending berarti mencampurkan dua atau lebih warna langsung diatas kanvas menggunakan kuas untuk mencapai efek gradasi, biasanya untuk keperluan shading dan highlight. Blending lebih mudah dilakukan dengan menggunakan kuas basah. Blending juga dapat dilakukan menggunakan kuas kering.

7.            Smudging

Smudging adalah salah satu manajemen tepian yang dilakukan dengan menggunakan jari tangan untuk menarik dan menghapus sebagian cat yang masih basah pada tepiannya agar tercipta efek fading pada cat tersebut. Smudging adalah opsi lain untuk menciptakan efek gradasi dengan hanya satu warna diatas warna lain yang telah kering.

8.            Masking/Stensil

Masking adalah teknik melukis dengan menempelkan masking tape (selotip) pada bagian yang diinginkan, agar cat tidak menyetuh dan mengisi bagian tersebut. Masking dapat digunakan untuk memperoleh tepian yang tajam, boleh dibilang teknik ini adalah kebalikan dari teknik smudging. Agar masking tidak menghasilkan bleeding (cat yang tidak sengaja tetap menembus ke tepian yang ditutupi oleh selotip) biasanya cat diaplikasikan menggunakan kuas mop atau kuas stensil yang berbentuk seperti kuas blush-on. Kuas tersebut digunakan dengan cara mencocolkan cat ke tepian selotip dengan hati-hati. Teknik stensil menggunakan prinsip yang sama dengan masking, hanya saja “cetakan” stensil lebih mendetail seperti membuat cetakan teks, dll.

9.            Manajemen Tepian (Hard & Soft Edge)

Meninggalkan sebagian tepian objek agar lembut atau tajam adalah salah satu teknik penting yang diperhatikan untuk menciptakan lukisan yang baik. Biasanya bagian objek yang gelap dan berbayang (shading) perlu tepian yang halus. Sementara bagian highlight perlu tepian yang tajam. Bagian fotografi yang fokus harus menggunakan tepian tajam dan bagian blurnya dibuat halus. Kombinasi tepian yang halus dan tajam akan membuat karya semakin realistis dan dinamis.

Kesalahan tepian yang tajam diseluruh bagian objek adalah salah satu kesalahan pelukis pemula yang sering terjadi. Sebaliknya tepian yang terlalu halus diseluruh permukaan objek adalah kesalahan yang biasa terjadi pada penggunaan media digital. Hal tersebut karena brush digital default pada aplikasi biasanya menyerupai air brush,  serta “smudge tools” pada photoshop dipakai terlalu banyak.

10.          Glazing

Glazing adalah teknik melukis dengan mewarnai lukisan dengan menggunakan cat yang transparan dan tipis. Glazing akan menyatukan seluruh warna yang dilapisi dibawahnya. Glazing biasanya digunakan untuk kebutuhan kerangka teknik melukis underpainting, glazing juga dapat dilakukan untuk menyatukan lukisan yang terlalu kontras. Meskipun begitu glazing akan menurunkan tone terang pada bagian highlight, sehingga bagian tersebut perlu diberikan cat tambahan.

11.          Scumbling/Scumble

Scumbling adalah menggunakan kuas kering yang dibubuhkan sedikit cat tanpa pengencer, lalu di lap dan menggunakan kuas tersebut untuk menutupi sebagian tekstur kanvas (bagian yang menonjol). Scumbling dilakukan dengan sikatan melayang, sehingga hanya sebagian permukaan tekstur kanvas yang terisi oleh cat. Scumbling dapat digunakan dalam beberapa tingkat ketebalan atau “transparansi” jika Seniman telah terlatih menggunakan teknik ini. Scumbling juga biasa digunakan pada cat yang setengah kering dibawahnya, sehingga membuat efek transparan melalui pencampuran sedikit cat yang ditumpuknya. Scumbling juga sebetulnya dapat dilakukan pada permukaan kuas yang halus, namun lebih sulit untuk memastikan teknik ini berhasil dengan baik.

12.          Impasto

Impasto adalah teknik kebalikan dari glazing, menggunakan cat pekat yang diaplikasikan dengan banyak, sehingga cat menjadi timbul (3d) atau marka kuasnya kontras. Pada zamannya, Impasto biasanya digunakan setelah underpainting selesai. Impasto juga digunakan oleh beberapa Old Master seperti Rembrandt. Rembrandt adalah salah satu pelukis yang mampu mengaplikasikan impasto dengan efektif.

13.          Sgraffito

Sgraffito adalah menutupi permukaan warna terang oleh cat yang lebih gelap, lalu mengoreknya kembali menggunakan pisau lukis atau bagian belakang kuas untuk mengekspose kembali bagian terang yang tertutupi. Biasanya teknik ini digunakan untuk membuat detail highlight rambut yang sulit dicapai menggunakan kuas.

14.          Dabbing

Dabbing adalah mencocolkan cat sedikit demi sedikit dengan menggunakan kuas. Biasanya dabbing berarti melukis menggunakan marka kuas, bukan menggunakan kuas untuk membuat fill atau garis bahkan gradasi. Marka kuas disusun sedemikian rupa untuk membentuk gambar subjek yang dilukis. Gradasi untuk keperluan shading dan highlight pada teknik Dabbing dibuat menggunakan warna yang berbeda antara marka kuas yang satu dengan yang lain. Karena kedua marka yang berbeda warna tersebut saling berdekatan dan dalam kuantitas yang banyak, maka bila dilihat sekilas kumpulan marka kuas tersebut seolah menjadi warna lain. Misalnya marka warna kuas adalah kuning dan merah yang saling berderetan, maka area tersebut tampak menjadi warna oranye.

15.          Washing

Washing umumnya digunakan menggunakan media cat berbahan dasar air diatas kertas. Pengencer jauh lebih banyak dibandingkan dengan catnya sehingga tampak transparan. Pada watercolor terkadang teknik ini meninggalkan tepian yang lebih pekat warnanya. Menggunakan teknik ini pada cat akrilik akan beresiko mengurangi daya rekatnya. Sebagian seniman tetap menggunakan teknik ini dengan cat akrilik, biasanya setelah Wash diaplikasikan mereka menutupinya dengan coating protektif untuk menghindari terkikisnya lapisan wash.

16.          Splatter

Splatter adalah mencipratkan cat pada permukaan kanvas. Teknik ini biasanya lebih mudah dicapai dengan menggunakan sikat gigi bekas. Splatter biasanya digunakan pada lukisan abstrak.

17.          Dripping

Dripping secara harfiah berarti meneteskan cat ke permukaan media lukis. Efek yang dihasilkan bergantung pada tingkat ketinggian penetesan cat. Dripping juga dapat digunakan dengan meneteskan cat langsung dibagian atas kanvas untuk menciptakan efek yang menyerupai air mata. Tingkat kekentalan cat mempengaruhi karakteristik tetesan yang dihasilkan.

MELUKIS DENGAN CAT MINYAK

Lukisan minyak adalah proses melukis dengan pigmen yang dicampurkan dengan medium yang terdiri atas minyak pengering.  Melukis dengan menggunakan cat minyak membutuhkan waktu yang lebih lama daripada biasanya. Beberapa cat minyak yang sangat kental bisa memakan waktu hingga berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun untuk mengeras. Ada aturan terpenting dalam melukis sebuah lukisan menggunakan cat minyak, yaitu teknik Fat Over Lean. Fat over lean adalah cara melukis dengan cat minyak yang berfokus pada penempatan lapisan yang lebih banyak mengandung minyak  di atas lapisan yang lebih tipis. Tetapi jika tidak, lukisan tersebut akan mudah rusak.

Peralatan melukis dengan cat minyak yang kamu butuhi ;

  • Memiliki alat media untuk melukis

Kamu harus menggunakan Kanvas pada saat kamu akan melukis dengan cat minyak, kamu tidak bisa melukis dengan minyak di sebuah kertas meskipun kertasnya adalah kertas khusus untuk minyak. Yang jelas kamu harus melukis dengan cat minyak menggunakan media kanvas ya!

  • Memiliki kuas khusus cat minyak

Belilah kuas dengan bulu pendek dan gagang nya yang panjang agar memudahkan kamu pada saat melukis, supaya pada saat kamu melukis bisa rapi dan tetap bersih. Dan jangan lupa untuk menyiapkan minyak pelarut, untuk membersihkan cat minyak dari kuas

  • Memiliki cat minyak yang bagus

Kamu harus membeli cat minyak yang benar – benar bagus dan kuat warna dan ketahanannya. Jangan tergiur dengan harga murah, ada peribahasa yang mengatakan bahwa ada harga ada kualitas, begitu pun dengan cat minyak. Cat minyak dasar harus memiliki warna kuning cadmium, ochre kuning, merah cadmium, merah crimson alizarin, biru ultramarin, putih titanium, dan hitam mars. Belilah banyak cat minyak berwarna putih ya, karena kamu akan banyak memerlukan cat berwarna putih. Ingat jangan beli produk yang “murahan” karna nantinya akan berefek pada hasil karya mu nanti.

  • Memiliki peralatan lainnya

Karna kamu akan melukis , kamu juga harus tetap menjaga kebersihan dan kerapihan di sekitar kamu dengan kamu memiliki gelas berisi minyak pelarut untuk membersihkan cat minyak dari kuas, palete yang lebar dan memiliki lengkungan di ujung setiap sisinya, lap , celemek, tissue dan alat dudukan kanvas. Alat dudukan kanvas sangat penting untuk menjadi tadahan pada saat kamu melukis ya dan lebih membuat kamu nyaman juga pada saat melukis.

Di lansir dari notepam.com, Secara umum teknik seni lukis cat minyak dibagi menjadi menjadi tiga, diantara nya :

  • Teknik Basah

Teknik basah merupakan teknik melukis dengan cara mengencerkan cat minyak dengan menggunakan linseed oil atau minyak cat. Setelah cat diencerkan dalam kekentalan tertentu, barulah di poleskan di atas permukaan kanvas.Kuas yang biasa digunakan dalam teknik ini adalah kuas dengan bulu panjang.

Kelebihan:  Membutuhkan cat minyak yang relatif sedikit

Cat minyak yang menempel di palet masih bisa digunakan

Lukisan terlihat bersih dan proses memblok warga cenderung lebih cepat

  • Teknik Kering

Kebalikan dengan teknik basah, teknik kering berarti melukis tanpa menggunakan linseed oil atau minyak cat.

Kuas yang digunakan pada teknik kering haruslah dalam keadaan kering serta tidak berminyak. Untuk teknik ini disarankan menggunakan cat yang baru keluar dari dalam tube. Teknik kering cocok digunakan untuk melukis dengan kesan volume serta keruangan, seperti naturalism, realism dan surelism.

Kelebihan: Lebih mudah menghapus warna dengan menumpuk warna lain

Lebih mudah mengontrol detil lukisan

Lebih mudah membentuk objek, kesan ruang dan volume

Cat akan lebih cepat kering

  • Teknik Campuran

Teknik ini merupakan kombinasi antara teknik basah dan teknik kering. Dengan teknik campuran kita bisa saling menutupi kekurangan dari teknik basah dan teknik kering. ini diawali dengan menggunakan teknik kering terlebih dahulu baru kemudian disusul teknik basah, dengan cara memblok warna sambil menambahkan intensitas minyak cat secara perlahan hingga sampai tahap akhir lukisan.

Kelebihan: Pewarnaan lebih cepat (dengan teknik basah)

Lebih mudah membentuk objek (dengan teknik kering)

Detail tampak lebih bagus.

MELUKIS MENGGUNAKAN PENSIL CAT AIR DENGAN MUDAH

Melukis dengan menggunakan cat lukis sudah biasa, melukis juga bisa menggunakan cat apa saja yang di rasa memudahkan kita untuk melukis dan membuat lukisan kita menjadi suatu hasil karya yang “nyeni” dan artistik. Kali ini, kamu akan di ajak melukis dengan metode melukis menggunakan pensil cat air, penasaran step nya seperti apa saja .simak ulasan berikut ini :

  • Pertama – tama gambarlah garis luar menggunakan pensil. Kamu bisa menggunakan pensil grafit mekanis atau pensil grafit biasa nomor . Mulailah menggambar benda yang mudah, misalnya botol yang ada di atas meja atau bentuk sederhana seperti segitiga atau segi empat. Tidah perlu buru-buru menggambar dengan detail karena melukis dengan cat air membutuhkan keahlian yang harus dipelajari secara bertahap. Selain itu, cat air juga memiliki kecenderungan untuk meleleh, membuat kita kesulitan melukis detail.

Jika kamu tidak percaya diri dengan kemampuan menggambar, satu-satunya cara untuk menjadi lebih baik hanyalah dengan sering praktik. Mulailah dengan menggambar bentuk dua dimensi sederhana.Gambarlah benda statis lain yang bisa ditemukan di rumah untuk mengembangkan keahlian. Kalau Anda tidak percaya diri, gambarlah dengan garis tipis agar mudah dihapus jika salah. Jangan menggambar dengan cara menggores-goreskan pensil. Menggambarlah dengan garis panjang yang percaya diri.

  • Kedua, warnai lukisan dengan mengisi gambar menggunakan pensil cat air. Kamu  akan merasa seperti sedang menggambar di buku mewarnai. Untuk melakukannya, sapukan saja pensil warna dengan gerakan maju mundur sederhana hingga warna pada gambar dirasa cukup. Warna dari pensil akan terlihat lebih pekat dan cerah setelah dibasahi. Kamu juga bisa memberikan ilusi kedalaman atau bayangan pada lukisan dengan mempergelap warna pada beberapa area. Sapukan pensil secara berulang pada area tertentu untuk membuatnya menjadi lebih gelap. Cobalah beberapa warna untuk melihat bagaimana warna-warna tersebut membaur dan berpadu.
  • Celupkan kuas ke dalam segelas air. Pastikan kuas benar-benar basah untuk menonjolkan warna pada lukisan. Selalu siapkan dua gelas air di tempat kerja. Satu untuk membersihkan kuas dan yang satu lagi untuk membasahi kuas setelah dibersihkan.

Kalau kamu tidak mencuci kuas hingga bersih sebelum berganti warna, warna akan tercampur dan membuat lukisan tampak keruh

  • Pulaskan kuas basah ke gambar. Sapukan kuas dengan gerakan maju mundur di atas goresan pensil warna. Lakukan perlahan dan memulaslah dengan sapuan panjang hingga kuas kering. Pada titik ini, Anda akan mengetahui cara kerja pensil cat air dan bagaimana kertas bereaksi pada air. Gunakan kuas yang lebih kecil untuk area yang lebih detail. Untuk menghilangkan cat yang belepotan ke luar garis, pulaslah bagian tersebut dengan kuas bersih yang basah.

Membeli Peralatan

  • Belilah kuas cat air bulat ukuran 5-8. Beberapa seniman cat air hanya menggunakan satu buah kuas. Kuas paling umum yang bisa kamu gunakan untuk melukis dengan cat air adalah kuas bulat berukuran 5-8.Kuas bulat memiliki bulu membulat yang akan membentuk ujung halus. Kuas jenis ini serbaguna dan bisa melukis bagian yang detail maupun area yang luas. Kuas cat air yang bagus bisa menahan banyak air dan cat pada bulunya. Kuas sable adalah pilihan terbaik untuk melukis dengan cat air tetapi harganya memang paling mahal. Kalau bujet Anda terbatas, belilah kuas sintetis.
  • Belilah pensil cat air, cat air botolan, atau cat air dalam wadah palet. Pensil cat air adalah alternatif yang bagus sebagai pengganti cat air sungguhan jika kamu masih pemula. Cara kerja pensil cat air sama seperti cat air reguler, tetapi pensil cat air bereaksi dengan air untuk menciptakan lukisan. Cat air botolan mirip dengan cat akrilik dan perlu diencerkan dengan air. Cat air botolan akan kamu butuhkan kalau hendak melukis pada kanvas yang lebih besar atau ingin menciptakan kesan lukisan cat air yang lebih kuat dan kaya. Adapun cat air dalam wadah palet adalah cat yang dikeringkan yang dijual per kotak berisi satu set warna. Jika kamu masih pemula dalam dunia lukis, gunakan saja pensil cat air. Namun jika Anda sudah pernah menggunakan media lain, cat air botolan mungkin akan lebih nyaman untuk dijadikan pilihan.
  • Belilah kertas gambar untuk melukis dengan cat air. Ada berbagai jenis, berat, maupun tekstur kertas yang bisa kamu dapatkan. Kertas yang lebih berat harganya lebih mahal, tetapi kertas ini lebih kuat untuk dikenai cat. Adapun kertas yang lebih ringan bisa mengerut dan mengeriput ketika terkena air. Kertas yang tebal akan menyerap cat dan air dengan baik dan membuat lukisan kamu berkilau. Ada kertas berkualitas biasa dan kertas berstandar bagus untuk karya seni. Kertas untuk karya seni lebih bagus dan tahan lama, sementara kertas biasa akan menguning seiring waktu. Perbedaan antara kertas biasa dan kertas untuk cat air adalah tingkat daya serapnya. Kertas komputer biasa sangat mudah menyerap cairan dan akan membuat cat menjalar seperti jaring laba-laba. Beberapa jenis kertas sengaja diwarnai putih dan akan memberikan efek yang berbeda pada lukisanmu.
    (Sumber : Wikihow)

MELUKIS MENGGUNAKAN CAT AIR? ITU MUDAH!

Cat air atau populer juga dengan sebutan aquarel adalah medium lukisan yang menggunakan pigmen dengan pelarut air dengan sifat transparan. Meskipun medium permukaannya bisa bervariasi, biasanya yang digunakan adalah kertas. Selain itu bisa pula papyrus, kulit, kain, kayu, atau kanvas. Melukis menggunakan cat air memang sedikit berbeda dengan cat lainnya, karena tekstur yang lebih cair (tentunya) di bandingkan cat cat lain.

Teknik Penggunaan

(Sumber : wikipedia)

Cat air digunakan dengan kuas lancip dan bentuk kuas lainya yang berbulu lembut dan menggunakan air yang berlebih, tetapi bisa pula dicampurkan dengan material lain. Biasanya cat akrilik. Cat air dengan campuran air berlebih menghasilkan warna yang terang dan segar. Warna ini dihasilkan oleh cahaya yang mampu menembus lapisan cat yang transparan.

Warna putih biasanya dihasilkan dari bagian-bagian yang tidak diberi lapisan cat. Sangat jarang lukisan yang sengaja memberikan lapisan putih dari cat air.

Menggunakan cat warna butuh kesabaran yang tinggi. Teknik yang umum digunakan biasanya dihasilkan dari lapisan-lapisan yang saling ditimpakan setelah lapisan sebelumnya telah kering untuk menghasilkan gradasi warna yang diinginkan. Namun teknik lain wet-on-wet yang menimpakan warna di atas lapisan yang masih basah juga membutuhkan ketelitian tinggi untuk mendapatkan hasil maksimal. Risiko buruknya adalah kertas menjadi melengkung atau robek jika terlalu banyak menggunakan air dan terlalu banyak gesekan kuas dengan permukaan kertas. Jika kertas melengkung atau bergelombang kertas dapat disetrika supaya kertas rata seperti semula.

Berikut adalah alat alat yang perlu di miliki untuk melukis dengan menggunakan cat air

  • Cat Air

Tentu saja kamu membutuhkan cat air sebagai bahan utama kamu untuk melukis, ada baiknya kamu memilih cat yang bersifat transparan  dan juga pilih warna yang kuat agar begitu di tuangkan pada lukisan, akan menjadi bagus.

  • Kuas

Terutama yang berbahan material natural hair. Ini dikarenakan, bahan dasar ini bisa lebih lama menyimpan air dan juga lebih fleksibel.

  • Kertas

Gunakanlah kertas khusus medium cat airkarena ia memiliki ketebalan yang pas untuk menahan air dan memiliki daya serap yang bagus. Perlu kamu ketahui juga ya untuk kertas khusus cat  air biasanya ada tanda “water colour” atau “aquarel”.

  • Palet

Palet yang di gunakan haruslah palet yang memiliki lengkungan atau cekungan , tidak boleh datar karena nanti warna cat nya akan tercampur dan akan berantakan. Juga gunakan lah palet yang tidak terlalu kecil ya!

Berikut adalah tips melukis menggunakan cat air adalah menurut Teddy Wirakusumah / planetsenirupa.wordpress.com

  • Pastikan kanvas jauh dari cairan asam
  • Gunakan kanvas yang tidak terkena jamur (bercak Jamur)
  • Gunakan kanvas dengan permukaan halus, tapi tidak terlalu halus (seperti kanvas yang sudah dihaluskan oleh pengolahan lem dan tambahan cat) karena berpengaruh kepada lajunya air di kuas saat ditorehkan.
  • Bentangkan kanvas dan lapisi dengan gesso khusus cat air
  • Takaran untuk Gesso dengan menggunakan roll adalah 1:5 dan dengan menggunakan Kuas adalah 1:3. Yaitu 1 sendok air berbading 3 atau 5 sendok Ground.
  • Dalam proses meng-gesso gunakan lebih dari sekali tapi tidak usah lebih dari 4 kali
  • Gunakan kanvas untuk melukis sehari setelah di gesso.
  • Kuas: Walaupun kanvas sudah bersifat seperti kertas karena telah melewati proses gesso, tapi secara karakter dia adalah anak dari ibunya. Jadi gunakan kuas untuk akrilik yang halus tidak kuas untuk cat minyak yang kasar. Kuas Mopit dan kuas bulu tupai tidak disarankan untuk kanvas karena terlalu halus.
  • Tidak disarankan menggunakan tissue jika ada kesalahan dalam warna, gunakanlah kain ball warna putih dengan ditambah air untuk menarik warna yang salah
  • Kanvas berbeda dengan Kertas, Secara kekuatan kertas sudah dibuktikan dengan usia lukisan Albert Durer yang berusia 500 tahun. Karena beberapa hal yaitu: A. Kertas yang non Acid atau dengan keasaman nol memiliki kekuatan untuk tidak terkena jamur dan tahan cuaca. Dan warna pada cat bisa mengikat ke pori-pori kertas yang membuat lukisan semakin awet secara warna. B. Kanvas memiliki permukaan yang tidak bisa ditembus oleh cat air jadi warna hanya berada di permukaan saja, tapi bukan berarti lukisan cat air pada kanvas menjadi tidak kuat atau tidak tahan lama. Dengan fixative atau pelapis kekuatan pada karya yang sudah rampung adalah solusinya.

TEKNIK MELUKIS DENGAN MENGGUNAKAN CAT MINYAK

Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu. Medium lukisan bisa berbentuk apa saja, seperti kanvas, kertas, papan, dan bahkan film di dalam fotografi bisa dianggap sebagai media lukisan. Melukis dengan cat minyak merupakan teknik basah dengan cara mengencerkan cat minyak terlebih dahulu dengan menggunakan cat minyak. Dalam teknik ini biasanya digunakan kuas yang panjang bulunya. Teknik basah ini biasanya digunakan untuk melukis secara rata atau tanpa kesan volume.

Cat minyak sering digunakan untuk membuat lukisan pemandangan, lukisan still life, dan lukisan potret. Cat ini biasa digunakan pada media kanvas sintetis dan kanvas alami. Selain itu, cat ini sering digunakan untuk membuat komposisi karya yang memakan waktu lama untuk diselesaikan. Mengapa cat minyak lebih dipilih pada saat melukis? Memang benar bahwa cat minyak merupakan cat yang paling sering digunakan dalam menciptakan sebuah lukisan. Jika dilihat dari kelebihannya yang paling menonjol, lukisan cat minyak lebih tahan dibanding lukisan dibanding lukisan yang dibuat dengan cat lain.

Berikut adalah tutorial melukis dengan menggunakan cat air di wadah palet atau botol

1.            Isilah dua gelas air. Saat melukis dengan cat air kamu akan membutuhkan banyak air bersih. Letakkan setidaknya 2 gelas air di samping mu agar kamu tidak perlu terus-menerus beranjak dan mengambil yang baru. Gunakan satu gelas air untuk mencuci kuas setelah selesai menggunakan warna tertentu, dan gelas kedua untuk mencelupkan dan membasahi kuas bersih sebelum digunakan melukis. Jika air di salah satu gelas sudah keruh kecokelatan atau kehitaman, buanglah dan ambil segelas air bersih yang baru.

2.            Remas dan teteskan cat air dari botol ke atas palet. Kalau kamu menggunakan cat air dalam wadah,kamu tidak perlu melakukan langkah ini, tetapi mungkin kamu masih perlu menggunakan palet untuk mencampur warna. Pisahkan cat sesuai warna dan gunakan sisa palet untuk membuat campuran warna sekunder atau tersier. Kamu bisa membuat lebih banyak warna dari yang sudah ada dengan mencampurkannya. Kamu bisa menggunakan palet kayu atau plastik yang bisa dicuci setelah digunakan, atau palet kertas berbentuk buku yang bisa langsung dibuang. Tiga warna primer adalah merah, biru, dan kuning yang tidak bisa dibuat dengan mencampurkan warna-warna lain. Namun kamu bisa mencampurkan warna-warna primer ini untuk membuat warna sekunder.Warna sekunder antara lain jingga, ungu, dan hijau. Warna sekunder bisa dicampur lagi untuk membuat enam warna tersier.

3.            Basahi kuas dalam air bersih. Mungkin biasanya kamu langsung mencelupkan kuas ke dalam cat, tetapi cat air harus ditambahkan air terlebih dulu. Pastikan kuasnya basah dan pisahkan satu gelas air bersih hanya untuk membasahi kuas yang belum dicelupkan ke cat.

Warna-warna yang lembut hanya perlu ditambahkan sedikit air, sementara cat dengan pigmen warna yang pekat bisa ditambahkan banyak air dan tidak akan kehilangan tingkat kepekatannya. Untuk mendapatkan ujung lancip dari bulu kuas yang membulat, peganglah kuas dan kibaskan selagi masih basah. Kamu harus melakukannya di atas tisu agar cat dan air tidak terciprat ke mana-mana.

4.            Celupkan kuas ke dalam cat dan buatlah genangan di atas palet. Kalau kamu menggunakan cat botolan, celupkan kuas basah ke dalam warna yang ingin digunakan. Setelah itu, pindahkan cat pada kuas ke atas palet dengan gerakan memutar. Tambahkan lebih banyak air sampai kamu membuat genangan cat yang bisa membasahi kuas. Kalau kamu menggunakan cat pada wadah, genangan air akan terbentuk di atas warna yang hendak digunakan. Terus tambahkan air pada kuas hingga terbentuk genangan cat.

Ketika kamu mencampurkan dua warna, lakukan di tempat terpisah untuk warna baru tersebut.

5.            Sapukan kuas dan lihatlah hasilnya. Sapukan dari satu sisi ke sisi lain dalam bentuk garis tebal. Miringkan kertas gambar kamu agar cat air turun dan tidak menggenang pada permukaan kertas. Warna cat air di kertas akan lebih encer daripada warna yang masih di botol, tetapi masih tetap senada. Jika kamu ingin mendapatkan hasil yang lebih pekat, pulaskan lebih banyak cat pada area yang sama. Kamu bisa mengecat gambar dari sketsa pensil atau langsung melukis tanpa sketsa terlebih dulu.

Cat air tidak serumit seperti cat minyak atau akrilik, tetapi itulah yang membuatnya unik.

Sebelum melukis sebuah benda, kamu harus mengenali karakteristik dan efek yang dihasilkan oleh cat air terlebih dahulu.

(sumber : wikihow)

TIPS MELUKIS YANG BAIK

TIPS MELUKIS YANG BAIK

Dalam seni  lukis, tentu tidak sembarangan, ada hal-hal yang perlu di perhatikan untuk melukis, mulai dari teknik dan estetika. Tetapi bukan berarti melukis itu susah, hanya saja akan lebih baik menutur pada teknik-teknik melukis. Teknik melukis sebenarnya terdiri dari beberapa, tidak hanya satu atau dua teknik.

Teknik-Teknik Dasar Melukis

Semua orang bisa menjadi pelukis handal, hanya saja harus pintar mengulik bagaimana teknik melukis yang baik dan benar. Dikutip dari serupa.id ,artikel ini akan mengulas perihal teknis dasar melukis yang benar :

1. Lining

Lining adalah atau sederhana nya adalah membuat garis panjang melalui cat dengan menggunakan kuas liner atau round yang panjang. Lining dapat menjadi hambatan pertama dalam melukis, bahkan ketika seseorang telah mahir menggambar. Membuat garis panjang pada lukisan tidak semudah yang kita bayangkan, terutama jika kita tidak tahu alat lukis apa yang seharusnya digunakan. Namun garis pada lukisan biasanya hanya untuk keperluan sketsa awal saja, Karen proses melukis itu tidak seperti menggambar dengan pensil yang melibatkan banyak garis. Namun garis biasanya tetap dibutuhkan untuk mencapai detail kecil tertentu.

2. Filling

Teknik Filling secara istilah ialah “Mengukir / Mengisi” cat pada suatu bidang dengan bantuan kuas. Jika ketika menggambar, kita melakukan suatu istilah berupa ‘Arsiran’, namun tidak dalam melukis. Dalam langkah ini, seniman mengisi objek (memoles) lukisan dengan cat yang disapukan oleh kuas.

Hasil teknik ini ditentukan oleh jenis kuas yang digunakan, antara kuas basah atau kering.

Selain itu, teknik dalam penyapuan kuas juga harus diperhatikan, karena besar-kecilnya tekanan yang diterima kertas / canvas, serta ketebalan cat pada kuas juga sangat berpengaruh.

Sapukan kuas dengan cara menyikat perlahan, bukan digosok seperti penggunaan pensil / pulpen.

3. Kuas Basah

Kuas basah menggunakan cat yang dicampur oleh pengencer untuk memaksimalkan fleksibilitas sapuan kuas. Kuas basah dapat dengan cepat menutupi banyak bagian permukaan kanvas. Manajemen sedikit dan banyaknya cat yang “diambil” (diserap) oleh kuas menjadi salah satu bagian penting yang harus diperhatikan juga.

4. Kuas Kering

Kuas kering adalah kebalikan dari kuas basah, yaitu kuas dioleskan pada cat yang tidak menggunakan pengencer sama sekali. Kuas kering biasanya digunakan untuk detail dan finishing. Biasanya Kuas Kering mengcover lapisan teratas lukisan setelah impresi gambar yang masih buram telah terbentuk sebelumnya oleh kuas basah. Cat yang dioleskan ke kuas kering biasanya relatif sedikit, lagi-lagi jumlah cat yang dibawa oleh kuas harus menjadi perhatian. Coba oleskan kuas pada cat, lalu lap atau coretkan terlebih dahulu kuas pada palet, untuk menyingkirkan cat yang terlalu menggumpal.

5. Cross-hatching

Cross-hatching adalah teknik melukis dengan menyapukan kuas dengan melakukan gerakan yang membentuk X, lebih mirip karakter “&” tepatnya. Bukan mengejar bentuknya yang utama, tapi gerakan bebasnya yang seperti X (cross). Ide dasarnya adalah cross-hatching dapat dengan cepat membentuk impresi subjek yang kita lukiskan. Beberapa Seniman besar seperti Basuki Abdullah dapat melukis awan yang hampir realistis dengan menggunakan teknik ini saja, bukan hanya impresi. Cross-hatching adalah teknik yang digunakan menggunakan kuas basah dan harus dilatih untuk benar-benar merasakan manfaatnya.

6. Blending

Blending berarti mencampurkan dua atau lebih warna langsung diatas kanvas menggunakan kuas untuk mencapai efek gradasi, biasanya untuk keperluan shading dan highlight. Blending lebih mudah dilakukan dengan menggunakan kuas basah. Blending juga dapat dilakukan menggunakan kuas kering.

7. Smudging

Smudging adalah salah satu manajemen tepian yang dilakukan dengan menggunakan jari tangan untuk menarik dan menghapus sebagian cat yang masih basah pada tepiannya agar tercipta efek fading pada cat tersebut. Smudging adalah opsi lain untuk menciptakan efek gradasi dengan hanya satu warna diatas warna lain yang telah kering.

8. Masking/Stensil

Masking adalah teknik melukis dengan menempelkan masking tape (selotip) pada bagian yang diinginkan, agar cat tidak menyetuh dan mengisi bagian tersebut. Masking dapat digunakan untuk memperoleh tepian yang tajam, boleh dibilang teknik ini adalah kebalikan dari teknik smudging. Agar masking tidak menghasilkan bleeding (cat yang tidak sengaja tetap menembus ke tepian yang ditutupi oleh selotip) biasanya cat diaplikasikan menggunakan kuas mop atau kuas stensil yang berbentuk seperti kuas blush-on. Kuas tersebut digunakan dengan cara mencocolkan cat ke tepian selotip dengan hati-hati. Teknik stensil menggunakan prinsip yang sama dengan masking, hanya saja “cetakan” stensil lebih mendetail seperti membuat cetakan teks, dll.

ALIRAN SENI LUKIS

Siapa yang belum pernah melukis? Memang melukis adalah bukan suatu hal yang sangat mudah, akan tetapi setiap orang mempunya gaya nya sendiri, hingga apapun hasil karya nya akan dianggap sebagay seni lukis dan dijadikan gaya lukisan yang “khas” . Menurut teori, melukis adalah kegiatan mengolah media dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu.

Media lukisan bisa berbentuk apa saja, seperti kanvas, kertas, dan papan. Alat yang digunakan juga bisa bermacam-macam. Sedangkan seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa. Dengan dasar pengertian yang sama, seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar.

Seni lukis zaman klasik kebanyakan dimaksudkan untuk tujuan:

  • Mistisme (sebagai akibat belum berkembangnya agama)
  • Propaganda (sebagai contoh grafiti di reruntuhan kota Pompeii),

Di zaman ini lukisan dimaksudkan untuk meniru semirip mungkin bentuk-bentuk yang ada di alam. Hal ini sebagai akibat berkembangnya ilmu pengetahuan dan dimulainya kesadaran bahwa seni lukis mampu berkomunikasi lebih baik daripada kata-kata dalam banyak hal.

Terdapat aliran seni lukis, diantara nya :

  • Surrealisme

Lukisan aliran surrealisme ini kebanyakan menyerupai bentuk-bentuk yang sering ditemui di dalam mimpi dan sebenarnya bentuk dari gudang pikiran bawah sadar manusia. Pelukis berusaha untuk membebaskan pikirannya dari bentuk pikiran logis kemudian menuangkan setiap bagian dari objek untuk menghasilkan sensasi tertentu, yang bisa dirasakan manusia tanpa harus mengerti bentuk aslinya. Salah satu tokoh yang populer dalam aliran ini adalah Salvador Dali.

  • Ekspresionisme

Aliran seni lukis yang memberikan kebebasan bentuk dan warna untuk melahirkan emosi ataupun menyatakan sensasi dari dalam .

  • Kubisme

Adalah aliran yang cenderung melakukan usaha abstraksi terhadap objek ke dalam bentuk-bentuk geometri atau bentuk balok-balok untuk mendapatkan sensasi tertentu. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Pablo Picasso.

  • Romantisme

Merupakan aliran tertua di dalam sejarah seni lukis modern Indonesia. Lukisan dengan aliran ini berusaha membangkitkan kenangan romantis dan keindahan di setiap objeknya. Pemandangan alam adalah objek yang sering diambil sebagai latar belakang lukisan.

  • Plural painting

Adalah sebuah proses beraktivitas seni melalui semacam meditasi atau pengembaraan intuisi untuk menangkap dan menterjemahkan gerak hidup dari naluri kehidupan ke dalam bahasa visual. Bahasa visual yang digunakan berpijak pada konsep Plural painting. Artinya, untuk menampilkan idiom-idiom agar relatif bisa mencapai ketepatan dengan apa yang telah tertangkap oleh intuisi mempergunakan idiom-idiom yang bersifat: multi-etnis, multi-teknik, atau multi-style. Plural painting

  • Realisme

Realisme adalah aliran seni yang mengangkat peristiwa keseharian yang dialami oleh orang kebanyakan.

  • Pointilisme

Pointilisme merupakan aliran seni lukis yang menggambarkan sebuah objek menggunakan titik-titik. Objek yang dilukis akan terlihat jelas dari kejauhan, dan agak buram jika dinikmati dari dekat karena banyak nya titik titik yang terlihat.

  • Fauvisme

Aliran Fauvisme adalah aliran seni lukis yang memberikan kebebasan berekspresi, sehingga banyak objek lukisan yang dibuat kontras dengan aslinya.S eni lukisannya ialah warna-warna yang liar dan kontras. Penggunaan garis dalam fauvisme disederhanakan sehingga pemirsa lukisan bisa mendeteksi keberadaan garis yang jelas dan kuat.

BERBAGAI MACAM TEKNIK LUKIS

Melukis adalah suatu kegiatan yang bisa menuangkan perasaan dari dalam hati, jiwa, otak dan fikiran. Terlebih para pecinta seni, tetapi jika bukan pecinta seni pun tetap bisa melukis. Tetapi melukis yang baik dan benar tidak hanya sekedar melukis corat  – coret di atas kanvas loh teman, mau tahu macam-macam teknik melukis? Yuk simak

Melukis dengan teknik Plakat

Indah bukan? Seperti terlihat sangat artistik ,bercahaya namun sempurna. Ini adalah teknik Plakat, yang pengertiannya adalah teknik melukis yang menggunakan cat air, cat akrilik, atau cat minyak dengan sapuan warna cat yang tebal atau kental, sehingga hasil lukisan akan tampak pekat atau menutup seluruh medianya dengan terlihat begitu nyata.

Teknik seni lukis ini lebih sering di lakukan oleh pelukis professional untuk menghasilkan lukisan yang sempurna dan mempunyai nilai jual yang tinggi.

Unsur-unsur melukis dengan teknik plakat

Garis

Ruang

Warna

Bidang

Nada gelap dan terang

Bentuk

dan Tekstur

Melukis dengan Teknik Aquarel

Teknik melukis dengan menggunakan cat air (aquarel) dan sapuan warna yang tipis, sehingga lukisan yang dihasilkan terkesan tembus pandang atau transparan. Pada teknik ini digunakan cat yang cenderung encer agar dihasilkan sapuan yang tipis dan ringan.

Tips : Pilih cat air yang berkualitas. Kertas yang paling sesuai adalah kertas aquarel khusus. Pilih kuas yang sesuai. Pilih media gambar atau lukis yang tepat, karena untuk bisa memperoleh hasil gambar yang maksimal, penggunaan kanvas harus benar-benar yang bagus terlebih lagi kita akan menggunakan cat air yang mudah sekali luntur. Tapi untuk tahap belajar kita juga bisa menggunakan kertas gambar biasa yang agak tebal.

Macam-macam teknik Aquarel

Wet On Dry (Teknik mengaplikasikan sapuan basah cat air pada permukaan kertas yang kering.)

Wet On Wet (Teknik mengaplikasikan sapuan cat air basah di atas permukaan kertas cat air yang dibasahi terlebih dahulu pada area tertentu.)

Melukis dengan Teknik Tempera

Teknik ini merupakan teknik melukis dengan cara mencampurkan kuning telur ke dalam cat sebagai bahan perekat. Lukisan ini sebagian menggunakan kayu sebagai kanvasnya dan ada juga yang langsung melukiskan ke tembok.

Teknik tempera sempat menunjukkan masa jayanya di eropa antara tahun 1200 hingga 1500an. Dilansir dari lukisanku.id  teknik seni ini dikenali dari dunia klasik, di mana teknik ini telah menggantikan teknik lukisan encaustik dan merupakan medium utama yang digunakan untuk lukisan panel dan manuskrip bergambar dalam dunia Byzantine dan zaman pertengahan dan awal kebangkitan Eropa. Lukisan tempera merupakan medium lukisan panel utama bagi hampir setiap pelukis semasa zaman kebangkitan Eropa.

Teknik tempera sempat menunjukkan masa jayanya di eropa antara tahun 1200 hingga 1500an. Duccio dan Simone Martini adalah diantara seniman Italia yang terkenal dengan menggunakan teknik ini. Duccio dan Simone Martini adalah diantara seniman Italia yang terkenal dengan menggunakan teknik ini. Cat tempera mengering dengan cepat. Hal ini biasanya diterapkan dalam lapisan tipis atau, semi-opak transparan.

Tempera memungkinkan untuk presisi besar bila digunakan dengan teknik tradisional yang memerlukan penerapan berbagai sapuan kuas kecil yang diterapkan dalam teknik cross-penetasan. Setelah kering, menghasilkan tahap akhir yang halus. Karena tidak dapat diterapkan dalam lapisan setebal cat minyak, lukisan tempera jarang memiliki saturasi warna yang mendalam berbeda dengan lukisan minyak. Dalam hal ini warna lukisan tempera yang tak dipolitur menyerupai pastel, meskipun warna memperdalam jika pernis yang diterapkan. Di sisi lain, warna tempera tidak berubah dari waktu ke waktu, sedangkan cat minyak gelap, kuning, menjadi transparan dengan usia lukisan.

Melukis dengan Teknik Cat Spray

Teknik ini adalah teknik melukis dengan cara menyemprotkan cat ke media lukis. Tujuan menggunakan teknik ini yakni untuk menghasilkan lukisan yang lebih halus dan tampak lebih visual dan nyata. Biasanya, teknik spray ini sering digunakan untuk melukis grafitti di dinding-dinding jalan atau sebuah tempat.